Dolar Kehilangan Kepercayaan

Dolar yang Kuat Tidak Menarik bagi Pasar

EUR/JPY

Zona kunci: 183.00 - 184.00

Buy: 184.50 (dengan penembusan yang pasti pada level 184,00) ; target 186.00; StopLoss 183.80

Sell: 182.50 (dengan fundamental negatif yang kuat) ; target 181.00; StopLoss 183.20

Trump menjanjikan dolar yang lemah — dan menepatinya. Indeks DXY turun ke level terendah dalam empat bulan. Pasar sepenuhnya menyingkirkan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh FOMC hari ini, sementara peluang pemangkasan pada pertemuan Maret diperkirakan tidak lebih dari 13%.

Tekanan terhadap dolar AS berasal dari rotasi portofolio investasi keluar dari aset-aset Amerika. Per 21 Januari, arus keluar dana dari ETF yang berfokus pada AS mencapai USD 17 miliar. Dana secara aktif mengalir ke Eropa dan Jepang.

  • Penurunan indeks USD didorong oleh rumor shutdown pemerintah baru — Polymarket memperkirakan peluangnya sebesar 78%. Risiko krisis baru meningkat setelah reaksi publik dan Partai Demokrat terhadap pembunuhan di Minneapolis, yang memperkuat kritik terhadap kebijakan imigrasi Trump. Shutdown dapat memperlambat pertumbuhan PDB AS dan mendorong The Fed kembali ke pelonggaran moneter lebih cepat dari perkiraan.
  • Dolar yang lebih lemah secara teoritis mendorong ekspor AS dengan membuat produk Amerika lebih kompetitif di pasar global. Hal ini dapat (secara teoritis!) meningkatkan aktivitas industri dan penciptaan lapangan kerja.
  • Pada saat yang sama, pelemahan dolar berdampak negatif pada daya beli konsumen AS dengan menaikkan harga barang impor. Selain itu, penurunan dolar terjadi bersamaan dengan turunnya harga obligasi pemerintah dan naiknya imbal hasilnya — pembelian utang pemerintah AS kurang diminati.
  • Faktor negatif tambahan adalah penguatan yen Jepang, yang memicu reaksi tajam dari investor. Sinyal kredibel mengenai manipulasi mata uang AS untuk membeli yen menegaskan bahwa para pembuat kebijakan saat ini kurang memperhatikan risiko pelemahan dolar.
  • Penguatan emas juga mencerminkan keraguan serius terhadap kebijakan Trump yang kacau dan spontan, khususnya ancaman terbarunya terhadap Kanada dan Korea Selatan. Logam mulia berubah dari alat lindung nilai inflasi menjadi perlindungan terhadap kebijakan ekonomi AS.

Komentar Trump hanya memperburuk situasi. Investor memperkirakan pelemahan dolar lebih lanjut.

Kepanikan terkait independensi The Fed belum mereda. Investor semakin sering membicarakan risiko perubahan radikal dalam kebijakan ekonomi AS.

Pada kenyataannya, pertemuan The Fed hari ini tidak terlalu penting. Stabilitas dolar bukanlah prioritas kebijakan moneter. Powell menjanjikan “jeda” pada bulan Desember dan kemungkinan akan menepatinya.

Agenda The Fed saat ini diisi oleh isu-isu lain:

  • Trump dapat segera mengumumkan nama ketua The Fed yang baru — dan siapa pun orangnya tidak terlalu penting. Ketua baru akan memberikan tekanan psikologis pada FOMC dari dalam, sementara Trump melakukannya dari luar.
  • Proses hukum terhadap Lisa Cook dan Jerome Powell masih relevan. Pengadilan AS bisa berlangsung lama, tetapi Trump akan berusaha mempercepat proses tersebut.

Semoga tidak ada sanksi pribadi (atau tarif) terhadap hakim Mahkamah Agung AS.

Dengan demikian, pertemuan The Fed saat ini tidak akan memengaruhi sentimen pasar: regulator akan mempertahankan semua parameter kebijakan moneter dan tidak memberikan dukungan signifikan terhadap dolar. Tindakan The Fed selanjutnya tetap menjadi objek tekanan ekonomi dan politik.

Jadi kita bertindak bijak dan menghindari risiko yang tidak perlu.

Profit untuk semua!