Saylor Siap Menjual Bitcoin: Apakah Bencana Sudah Dekat?

Strategy Siap Menjual Asetnya
BTC/USD
Zona kunci: 88,500 - 91,500
Buy: 93,500 (dengan fundamental yang kuat dan positif) ; target 98,500-100,000; StopLoss 92,500
Sell: 87,500 (setelah menembus level 90.000 dengan mantap) ; target 83,500; StopLoss 88,500
Pasar dengan jelas mengingat janji Michael Saylor untuk “tidak pernah menjual” kripto yang dikumpulkan di neraca Strategy. Namun, pekan ini pemegang BTC publik terbesar tersebut menyatakan bahwa mereka tidak akan menjual token hingga… tahun 2065. Tanggal ini terdengar aneh, tetapi dapat direvisi kapan saja.
Mengapa perusahaan meninggalkan konsep HODL selamanya, dan apa yang berubah dalam model keuangannya?
Mari kita ingat latar belakangnya.
Model Digital Asset Treasuries (DAT) diciptakan oleh Saylor. Gagasannya adalah perusahaan swasta menggunakan neraca korporasi untuk membeli kripto, sementara harga sahamnya tumbuh lebih cepat daripada harga token itu sendiri. Ini tampak seperti mesin percepatan kapitalisasi yang sempurna, dan sejak akhir 2023 hingga pertengahan 2025 lebih dari seratus perusahaan di AS dan Kanada mengadopsi skema ini.
Pada paruh pertama 2025, perusahaan DAT mengalami euforia besar. Sebagai contoh, saham SharpLink Gaming melonjak hingga 2.600%.
Namun kemudian menjadi jelas bahwa aset digital tidak menghasilkan arus kas nyata, dan hampir semua perusahaan DAT membeli kripto dengan utang. Ketika pasar kripto mulai bergejolak, perusahaan-perusahaan tersebut tidak lagi mampu melayani kewajiban utangnya.
Rata-rata saham perusahaan DAT turun 43%, dan beberapa bahkan jatuh 90–99%.
Konsep treasury BTC korporasi tidak lagi menjadi murni transaksi pertumbuhan. Ia menjadi bergantung pada beban utang, kualitas pengelolaan aset, dan kemampuan menggalang modal. Dana cadangan Strategy sebesar USD 1,44 miliar untuk melayani utang hanya menutup kebutuhan beberapa tahun ke depan, sehingga CEO Strategy Phong Le untuk pertama kalinya mengakui kemungkinan penjualan BTC dari neraca perusahaan.
Terlepas dari ambisi Saylor, pasar menuntut transparansi dan fondasi keuangan yang kuat. Strategy tidak lagi dapat menjanjikan kepemilikan aset tanpa batas karena beberapa alasan:
- utang memerlukan pembayaran kas rutin;
- pasar telah matang dan tidak lagi percaya pada narasi tanpa modal nyata;
- tanggal yang jelas membantu perusahaan menjaga reputasi dan kredibilitas.
Tanggal penjualan potensial tahun 2065 muncul sebagai alat hukum dan psikologis untuk menstabilkan ekspektasi pemegang saham dan kreditur. Namun, reaksi jangka pendek justru sebaliknya—para pelaku mulai panik.
Stabilitas Strategy adalah faktor kunci jangka pendek bagi harga BTC. Jika rasio mNAV (saat ini sekitar 1,13) turun di bawah 1,0, pasar akan mulai memperhitungkan risiko penjualan Bitcoin secara paksa. Hal ini dapat memicu aksi jual berantai dan berdampak negatif pada seluruh sektor.
Sebaliknya, jika perusahaan mampu terus menghindari penjualan, pasar akan menerima sinyal ketahanan.
Seberapa berhasil Strategy beradaptasi dengan kondisi ekonomi, kewajiban utang, dan ekspektasi investor akan menentukan perilaku BTC dalam waktu dekat serta memengaruhi seluruh industri aset digital.Jadi kita bertindak bijak dan menghindari risiko yang tidak perlu.
Profit untuk semua!