Jangan melawan dolar

Intervensi mata uang tidak lagi menakutkan pasar
USD/JPY
Zona utama: 162.00 - 162.80
Beli: 163.00 (saat terjadi pullback setelah menguji ulang level 162.50); target 164.50-165.00; StopLoss 162.30
Jual: 161.50 (didukung fundamental negatif yang kuat); target 160.00-159.50; StopLoss 162.20
Dolar Amerika Serikat berhasil memulihkan sebagian dari kerugian terbarunya berkat melemahnya selera risiko global dan retorika hawkish dari para pejabat FOMC. Para pembuat kebijakan Federal Reserve meyakinkan pasar bahwa mereka tetap siap memperketat kebijakan moneter apabila inflasi gagal terus bergerak menuju target 2%. Namun, dengan kembali meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, skenario tersebut kini tampak semakin kecil kemungkinannya.
Gelombang aksi jual saham teknologi meningkatkan permintaan terhadap dolar Amerika Serikat sebagai aset safe haven.
Meskipun pasar kontrak berjangka telah meninggalkan ekspektasi kenaikan suku bunga federal funds pada bulan Juni, pasar masih memperkirakan pengetatan moneter lebih lanjut pada tahun 2026. Probabilitas skenario tersebut saat ini diperkirakan mencapai 81%. Selain itu, semakin tinggi harga minyak naik, semakin besar kemungkinan Federal Reserve akan dipaksa untuk bertindak—dan hal itu semakin mendukung penguatan dolar.
Pengingat:
Pertumbuhan penjualan ritel Amerika Serikat pada bulan Juni kini menunjukkan ketahanan ekonomi AS selama delapan bulan berturut-turut. Kali ini, permintaan konsumen yang lebih kuat sebagian besar didorong oleh harga bensin dan gas alam yang lebih rendah, meskipun dampak faktor ini kemungkinan hanya bersifat sementara. Kembalinya konflik di Timur Tengah mengancam akan melemahkan aktivitas ritel dalam waktu dekat.
Namun sekarang bukan saatnya bertaruh melawan konsumen Amerika—kemungkinan besar Anda akan kalah.
- Koreksi pasar menjadi semakin kompleks dan berlangsung lebih lama. Dolar terus memegang kendali, mata uang Eropa masih belum mampu membentuk arah yang jelas, dan yen berjuang untuk menghindari pelemahan lebih lanjut. Dolar hanya menunggu hingga Eropa dan Jepang menghabiskan seluruh sumber daya yang tersedia dalam upaya mereka menstabilkan situasi.
- Penguatan dolar Amerika Serikat memungkinkan USD/JPY melanjutkan reli. Akibatnya, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama kembali melakukan intervensi verbal. Menurut sang menteri, pemerintah siap mengambil tindakan tegas kapan saja jika diperlukan. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang akhir pekan panjang di Jepang, yang memberi otoritas kesempatan untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing yang relatif sepi.
- Pasar tidak lagi memandang yen semata-mata sebagai derivatif dari pergerakan dolar AS. Dalam beberapa pekan terakhir, pendorong utama adalah kelemahan struktural yen itu sendiri, bukan kekuatan dolar. Akibatnya, bahkan pada hari-hari ketika DXY melemah, USD/JPY tetap bertahan atau hanya terkoreksi tipis.
Apa artinya ini?
Beberapa bulan yang lalu, investor memperkirakan setidaknya akan ada satu kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan sebelum akhir tahun. Kini ekspektasi tersebut telah direvisi secara signifikan. Perekonomian Jepang terus menunjukkan lemahnya permintaan domestik, pendapatan riil rumah tangga masih berada di bawah tekanan, dan laporan makroekonomi terbaru mengindikasikan perlambatan aktivitas bisnis. Dalam kondisi seperti ini, Bank of Japan praktis tidak memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, setidaknya dalam waktu dekat.
Pada saat yang sama, strategi carry trade terus mendapatkan momentum. Bahkan jika pasar mulai memperhitungkan Federal Reserve yang lebih dovish, biaya pendanaan di Jepang tetap sangat rendah sehingga investor terus menjual JPY dan menginvestasikan dana pinjaman ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi, yang secara otomatis mendukung permintaan terhadap USD/JPY.
Oleh karena itu, intervensi mata uang saja kemungkinan tidak akan mampu menyelamatkan yen. USD/JPY berisiko naik menuju area 170, sebagaimana ditunjukkan oleh kinerja indeks saham Amerika Serikat dan Jepang, selisih suku bunga antara Federal Reserve dan Bank of Japan, serta dinamika CNH/JPY.
Selama tiga minggu berturut-turut, para trader berusaha mendekati level 163.00, tetapi sejauh ini belum berhasil. Bahkan ketika indeks dolar melemah, para pembeli USD/JPY tetap percaya diri dan memanfaatkan hampir setiap pullback yang berarti sebagai peluang untuk membuka posisi beli baru.
Setelah penembusan di atas level resistance utama, zona koreksi baru sekaligus area beli telah terbentuk. Strategi trading secara keseluruhan tetap tidak berubah: membeli dolar setelah terjadi koreksi struktural. Belum terbentuk sinyal masuk yang jelas, tetapi kondisi pasar secara keseluruhan tetap menunjukkan kecenderungan bullish yang kuat.
Jadi, mari bertindak dengan bijaksana dan menghindari risiko yang tidak perlu.
Semoga trading Anda menghasilkan profit!