Emas dan Perak: Mengapa Layak Dibeli Sekarang

Emas Mengajak Investor Mempercayai Kisah Pergerakan Harganya
XAU/USD
Zona kunci: 3,850.00 - 4,000.00
Buy: 4,100.00 (pada penembusan yang meyakinkan di level 4.000); target 4,350-4,500; StopLoss 4,000.00
Sell: 3,800.00 (pada koreksi setelah pengujian ulang di level 3.950); target 3,650-3,500; StopLoss 3,900.00
Terdapat keyakinan yang cukup kuat bahwa membeli logam mulia pada akhir Juni atau awal Juli dan mempertahankan posisi hingga akhir tahun secara konsisten menghasilkan keuntungan yang menarik. Secara teknikal, baik emas maupun perak tidak memiliki dasar yang jelas untuk disebut memiliki "musiman", namun keduanya memang menunjukkan pola pergerakan harga yang berulang.
Salah satu pola tersebut menunjukkan bahwa logam mulia mencapai titik terendah yang signifikan pada bulan Juni, kemudian naik secara stabil hingga Natal (atau setidaknya sampai Hari Thanksgiving). Contoh pola seperti ini cukup banyak ditemukan.
Perak menunjukkan kecenderungan yang sangat jelas: harga biasanya turun dan mencapai titik terendah pada akhir Juni, kemudian melanjutkan reli menuju level tertinggi tahunan baru pada akhir November atau awal Desember. Secara historis, emas mengikuti pola yang hampir sama, meskipun selama Juli emas lebih sering bergerak mendatar, sementara perak biasanya mengalami lonjakan yang tajam pada bulan tersebut.
Tahun lalu, harga emas melonjak dari sekitar $3.300 per ons pada bulan Juni menjadi sekitar $4.300 per ons pada akhir tahun. Perak bahkan mencatat kinerja yang lebih baik dengan hampir dua kali lipat kenaikan harga, dari $35 per ons menjadi sekitar $70 per ons pada penutupan tahun.
Pola "kenaikan pada paruh kedua tahun" ini bahkan juga terlihat pada tembaga, yang nilainya hampir sama pentingnya dengan perak sebagai logam industri yang tidak tergantikan. Seiring kenaikan harga perak, konsumen kemungkinan akan berusaha menggantinya dengan tembaga yang lebih murah jika memungkinkan. Dinamika permintaan dan penawaran saat ini sudah memberikan sinyal yang mendukung kenaikan harga lebih lanjut.
Permintaan tembaga diperkirakan akan hampir 50% lebih tinggi pada tahun 2040 dibandingkan tingkat saat ini, yakni melampaui 40 juta ton per tahun. Justru tembaga dapat menjadi peluang investasi yang terlewatkan oleh investor yang hanya berfokus pada logam mulia.
Namun, terdapat alasan yang lebih luas lagi untuk membeli emas dan perak tahun ini.
- Bank-bank sentral terus membeli logam mulia.
Otoritas moneter di seluruh dunia terus meningkatkan cadangan emas dan perak mereka—kecil kemungkinan mereka melakukan hal tersebut jika memperkirakan harga akan turun. Emas bahkan telah melampaui obligasi pemerintah Amerika Serikat dalam hal daya tarik investasi. Selain itu, berbagai negara secara aktif memulangkan cadangan emas mereka dari fasilitas penyimpanan di London, New York, dan pusat keuangan lainnya.
- Manipulasi pasar dan penekanan harga logam mulia mulai berakhir.
Selama bertahun-tahun, bank-bank bullion besar secara artifisial menekan harga emas dan perak melalui pembukaan posisi short dalam jumlah besar di pasar berjangka London dan New York. Kini "kekuatan pasar" telah bergeser ke Timur, terutama ke Shanghai dan Hong Kong, dan terdapat tanda-tanda yang jelas bahwa bank-bank tersebut akhirnya menghentikan praktik tersebut. Sebagai contoh, JPMorgan, yang beberapa tahun lalu membayar denda sangat besar akibat manipulasi pasar, pada tahun 2025 menutup posisi short perak lebih dari tiga juta ons.
- Defisit pasokan perak masih berlanjut.
Kondisi permintaan dan penawaran diperkirakan hanya akan semakin memburuk. Kecerdasan Buatan (AI), robotika, dan teknologi militer kini bergabung dengan panel surya, kendaraan listrik, peralatan medis, telepon seluler, serta daftar aplikasi industri perak yang terus bertambah. Hal ini menciptakan permintaan tahunan yang sulit dikendalikan sebesar lebih dari 2 miliar ons perak, sementara produksi tambang global hanya sekitar 800 juta ons. Artinya, seluruh produksi tahunan hanya mampu memenuhi sekitar 40% dari total permintaan dunia.
- Kenaikan inflasi.
Lebih dari $1 triliun yang telah dikeluarkan Amerika Serikat untuk konflik dengan Iran sama sekali tidak membantu mengurangi utang nasional negara tersebut. Ketua Federal Reserve yang baru telah mengisyaratkan bahwa inflasi masih akan menjadi masalah dalam waktu dekat. Inflasi mengikis daya beli dolar AS, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga aset riil seperti emas dan perak.
Apa hasil akhirnya?
Saat ini, sejumlah proyeksi harga emas dan perak hingga tahun 2030 memperkirakan emas dapat mencapai $18.000 (atau lebih tinggi) per ons dan perak mencapai $1.500 (atau lebih tinggi) per ons. Bahkan perkiraan yang konservatif sekalipun memperkirakan harga emas melampaui $5.000 dan perak melampaui $100 per ons pada tahun 2027.
Sebagai tambahan, Trump dilaporkan telah menjanjikan penasihat ekonominya yang lama, Judy Shelton, bahwa dalam rangka peringatan 250 tahun Amerika Serikat, ia berencana menerbitkan obligasi pemerintah AS yang didukung emas serta melakukan revaluasi terhadap cadangan emas resmi Amerika Serikat. Jika salah satu dari langkah tersebut benar-benar terwujud, hal itu dapat menjadi katalis yang sangat kuat bagi kenaikan harga emas dan perak.
Jadi kita bertindak bijak dan menghindari risiko yang tidak perlu.
Profit untuk semua!