Daftar Isi
- Konsep Spread di Pasar Forex
- Jenis-Jenis Spread di Pasar Forex
- Faktor-Faktor Objektif yang Memengaruhi Besarnya Spread
- Dampak Perbedaan Harga terhadap Pasar Forex
Bagi trader pemula, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan spread di pasar Forex dan bagaimana spread memengaruhi strategi trading. Secara formal, istilah ini mengacu pada selisih antara harga beli dan harga jual suatu aset pada saat order dibuka. Besarnya spread bergantung pada likuiditas instrumen dan diukur dalam poin (pips).
Konsep Spread di Pasar Forex
Jika harga saat ini untuk instrumen EUR/USD adalah 1.2669, maka order akan dieksekusi pada harga 1.2672, yang berarti spread sebesar 3 poin. Saat melakukan trading satu lot standar, spread tersebut setara dengan $30.
Saat membuka posisi, trader langsung memulai dengan kerugian sebesar spread dan baru akan memperoleh keuntungan setelah harga bergerak setidaknya 4 poin ke arah yang dipilih. Selisih ini dibebankan oleh broker sebagai komisi. Jumlahnya secara otomatis dipotong dari akun saat transaksi dibuka. Menjaga likuiditas pasar Forex berkaitan dengan penetapan spread maksimum yang diizinkan. Di pasar bursa, apabila batas yang telah ditetapkan terlampaui, perdagangan akan dihentikan sementara.
Jenis-Jenis Spread di Pasar Forex
Terdapat beberapa jenis spread di pasar Forex: spread mengambang, spread tetap, dan spread tetap dengan pelebaran.
Spread mengambang di pasar Forex berfluktuasi dalam kisaran tertentu. Nilai spesifiknya bergantung pada faktor-faktor eksternal yang memengaruhi pasar. Ketika likuiditas mencukupi, spread pada pasangan mata uang utama dapat menyempit hingga 0.1/0.2/0.3 poin. Peningkatan volatilitas pasar umumnya menyebabkan spread menjadi lebih lebar.
Spread tetap ditetapkan oleh broker dan dipertahankan secara otomatis. Praktik yang umum dilakukan adalah memperlebar selisih antara harga Ask dan Bid sebelum rilis berita penting karena meningkatnya volatilitas secara tajam yang disebabkan oleh berkurangnya likuiditas pasar akibat terbatasnya jumlah pelaku pasar yang aktif.
Spread tetap dengan pelebaran terdiri dari dua bagian: komponen tetap yang tidak berubah dalam keadaan apa pun, dan komponen variabel yang dapat disesuaikan oleh broker selama periode volatilitas pasar atau dalam kondisi khusus lainnya.
Faktor-Faktor Objektif yang Memengaruhi Besarnya Spread
- Likuiditas. Instrumen yang paling aktif diperdagangkan adalah pasangan mata uang utama: EUR/USD, GBP/USD, USD/CAD, USD/JPY, dan USD/CHF. Pada pasangan ini, spread jarang melebihi 4 poin. Saat memperdagangkan pasangan mata uang utama, trader biasanya menghadapi spread sebesar 5–15 poin, sedangkan instrumen minor dapat memiliki spread hingga 50 poin.
- Volume transaksi. Trading dengan volume kecil dapat menghasilkan spread yang secara proporsional lebih besar karena adanya biaya operasional tetap. Demikian pula, trading dalam volume besar juga dapat dikenakan komisi yang lebih tinggi akibat meningkatnya risiko yang ditanggung broker.
- Kondisi pasar. Komisi yang lebih tinggi biasanya terjadi selama periode aktivitas trading yang intensif, meskipun tidak selalu disertai volume transaksi yang besar. Situasi seperti ini umumnya berkaitan dengan rilis data makroekonomi, perbedaan sesi trading karena jam operasional bursa, serta hari libur ketika partisipasi pasar menurun.
- Status klien di broker. Trader dengan deposit tingkat VIP secara tradisional memperoleh keuntungan berupa komisi yang lebih rendah.
Pasar Forex terus berkembang dalam popularitas, sehingga meningkatkan likuiditas yang tercermin dalam keseimbangan yang lebih baik antara penawaran dan permintaan. Secara logis, hal ini berkontribusi terhadap penurunan komisi, karena faktor utama yang memengaruhi selisih antara harga beli dan harga jual telah terpenuhi. Keseimbangan antara pembeli dan penjual mengurangi pergerakan harga yang tajam selama hari perdagangan, secara signifikan menurunkan risiko yang dihadapi dealing center, dan menciptakan kondisi yang memungkinkan biaya komisi dikurangi.
Namun dalam praktiknya, situasinya terlihat berbeda karena pasar dipenuhi oleh broker yang menyediakan akses ke trading Forex. Ketika perusahaan saling bersaing, mereka memperkenalkan program kemitraan yang memungkinkan peserta memperoleh pendapatan tambahan dengan mereferensikan trader baru. Imbalan mitra tersebut dibiayai melalui komisi yang lebih tinggi, sehingga selisih harga tetap tidak berubah.
Dampak Perbedaan Harga terhadap Pasar Forex
Dampak spread terhadap pasar Forex sulit untuk dilebih-lebihkan karena strategi trading untuk instrumen tertentu sering kali dikembangkan berdasarkan besarnya komisi. Banyak trader intraday yang bekerja pada grafik M1 dan M5 tidak dapat membuka posisi jangka pendek pada pasangan mata uang minor dan eksotis karena spread yang besar. Dalam kondisi seperti ini, strategi yang didasarkan pada volume transaksi tinggi dengan target keuntungan sebesar 5–10 poin kehilangan efektivitasnya akibat spread.
Spread mengambang juga memengaruhi strategi yang berkaitan dengan trading berdasarkan berita. Peningkatan komisi yang tajam, dikombinasikan dengan risiko slippage, membuat penempatan dua pending order yang berlawanan menjadi tidak praktis. Sebagian besar strategi intraday menjadi sama sekali tidak efektif ketika digunakan pada pasangan mata uang minor karena strategi tersebut dirancang untuk menghasilkan keuntungan hanya sebesar 20–50 poin. Selain faktor-faktor lainnya, trader memilih instrumen dan strategi trading berdasarkan lebar spread. Salah satu prinsip dasar trading merekomendasikan untuk mempertahankan rasio risiko terhadap keuntungan sebesar 1:3. Jika target keuntungan yang diharapkan adalah 60 poin, maka stop-loss sebaiknya ditempatkan tidak lebih dekat dari 20 poin. Ketika spread cukup besar, hal tersebut dapat secara signifikan mengurangi jarak efektif stop-loss, sehingga meningkatkan risiko keseluruhan yang dihadapi trader.
